Aspects of Food Production and Access to Water Resources

A Case Study at a Village in West Timor

Bronwyn Myers, Penelope Wurm, Dharma Palekahelu, Gomer Liufeto, Jubhar Mangimbulude, Marthen Kapa, Rohan Fisher

    Research output: Contribution to journalArticleResearchpeer-review

    Abstract

    Di wilayah Indonesia timur, kekurangan makanan lazim terjadi dan musim kemarau panjang menekan produktifitas pertanian.Pada awal tahun 2000-an, bendungan-bendungan dibangun untuk pertanian irigasi di area-area penampungan air di dataran-dataranrendah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini mengevaluasi sumber daya air dan sumber daya makanan rumah tangga yang ada di desa dekat salah satu bendungan di TimorBarat. Meskipun air tersedia melimpah melalui jalur-jalur irigasi dan sumur-sumur di dataran rendah, banyak rumah tangga yang tidak memiliki cukup air. Beberapa rumah tangga lebih mengalami masalah dengan pasokan air setelah dibangunnya bendungan daripada ketika air bisa diperoleh langsung dari sungai sebelum ada bendungan. Akses air bagi kebutuhan rumah tangga ditentukan oleh kedekatan pada sumur dan resapan ( oemata dan pancuran). Persoalan-persoalan ini disebabkan oleh lemahnya manajemen air irigasi dan pemeliharaan saluran-saluran irigasi.Persoalan dengan produksi pangan disebabkan oleh antara lain hama tanarnan (khususnya hama kuning atau "penyakit kuning" pada tanaman padi irigasi, yang disebabkan oleh larva yang menetas di dalam batang), keterbatasan air irigasi; dan keterbatasan jumlah traktor pada saat penyiapan lahan untukditanami. Penelitian ini terlaksana atas partisipasi anggota masyarakat dan pegawai pemerintah daerah dalam sosialisasipenelitian untuk rnemastikan bahwa metode penelitian tepat dan relevan dengan budaya setempat. Masyarakat merasa penelitian ini berguna karena menjadi ajang yang dapat menarik perhatian para pegawai pemerintah yang berwenang menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat.
    Original languageEnglish
    Pages (from-to)134-154
    Number of pages21
    JournalKRITIS: Journal of Development Studies
    Volume21
    Issue number2
    Publication statusPublished - 2012

    Fingerprint

    food production
    Indonesia
    village
    water resource
    air
    food
    water
    resources
    larva

    Cite this

    Myers, B., Wurm, P., Palekahelu, D., Liufeto, G., Mangimbulude, J., Kapa, M., & Fisher, R. (2012). Aspects of Food Production and Access to Water Resources: A Case Study at a Village in West Timor. KRITIS: Journal of Development Studies, 21(2), 134-154.
    Myers, Bronwyn ; Wurm, Penelope ; Palekahelu, Dharma ; Liufeto, Gomer ; Mangimbulude, Jubhar ; Kapa, Marthen ; Fisher, Rohan. / Aspects of Food Production and Access to Water Resources : A Case Study at a Village in West Timor. In: KRITIS: Journal of Development Studies. 2012 ; Vol. 21, No. 2. pp. 134-154.
    @article{d06cd82e3479450ea2d58071a855216b,
    title = "Aspects of Food Production and Access to Water Resources: A Case Study at a Village in West Timor",
    abstract = "Di wilayah Indonesia timur, kekurangan makanan lazim terjadi dan musim kemarau panjang menekan produktifitas pertanian.Pada awal tahun 2000-an, bendungan-bendungan dibangun untuk pertanian irigasi di area-area penampungan air di dataran-dataranrendah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini mengevaluasi sumber daya air dan sumber daya makanan rumah tangga yang ada di desa dekat salah satu bendungan di TimorBarat. Meskipun air tersedia melimpah melalui jalur-jalur irigasi dan sumur-sumur di dataran rendah, banyak rumah tangga yang tidak memiliki cukup air. Beberapa rumah tangga lebih mengalami masalah dengan pasokan air setelah dibangunnya bendungan daripada ketika air bisa diperoleh langsung dari sungai sebelum ada bendungan. Akses air bagi kebutuhan rumah tangga ditentukan oleh kedekatan pada sumur dan resapan ( oemata dan pancuran). Persoalan-persoalan ini disebabkan oleh lemahnya manajemen air irigasi dan pemeliharaan saluran-saluran irigasi.Persoalan dengan produksi pangan disebabkan oleh antara lain hama tanarnan (khususnya hama kuning atau {"}penyakit kuning{"} pada tanaman padi irigasi, yang disebabkan oleh larva yang menetas di dalam batang), keterbatasan air irigasi; dan keterbatasan jumlah traktor pada saat penyiapan lahan untukditanami. Penelitian ini terlaksana atas partisipasi anggota masyarakat dan pegawai pemerintah daerah dalam sosialisasipenelitian untuk rnemastikan bahwa metode penelitian tepat dan relevan dengan budaya setempat. Masyarakat merasa penelitian ini berguna karena menjadi ajang yang dapat menarik perhatian para pegawai pemerintah yang berwenang menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat.",
    author = "Bronwyn Myers and Penelope Wurm and Dharma Palekahelu and Gomer Liufeto and Jubhar Mangimbulude and Marthen Kapa and Rohan Fisher",
    year = "2012",
    language = "English",
    volume = "21",
    pages = "134--154",
    journal = "KRITIS: Journal of Development Studies",
    issn = "0022-0388",
    publisher = "Satya Wacana Christian University: Graduate Program of Development Studies",
    number = "2",

    }

    Myers, B, Wurm, P, Palekahelu, D, Liufeto, G, Mangimbulude, J, Kapa, M & Fisher, R 2012, 'Aspects of Food Production and Access to Water Resources: A Case Study at a Village in West Timor', KRITIS: Journal of Development Studies, vol. 21, no. 2, pp. 134-154.

    Aspects of Food Production and Access to Water Resources : A Case Study at a Village in West Timor. / Myers, Bronwyn; Wurm, Penelope; Palekahelu, Dharma; Liufeto, Gomer; Mangimbulude, Jubhar; Kapa, Marthen; Fisher, Rohan.

    In: KRITIS: Journal of Development Studies, Vol. 21, No. 2, 2012, p. 134-154.

    Research output: Contribution to journalArticleResearchpeer-review

    TY - JOUR

    T1 - Aspects of Food Production and Access to Water Resources

    T2 - A Case Study at a Village in West Timor

    AU - Myers, Bronwyn

    AU - Wurm, Penelope

    AU - Palekahelu, Dharma

    AU - Liufeto, Gomer

    AU - Mangimbulude, Jubhar

    AU - Kapa, Marthen

    AU - Fisher, Rohan

    PY - 2012

    Y1 - 2012

    N2 - Di wilayah Indonesia timur, kekurangan makanan lazim terjadi dan musim kemarau panjang menekan produktifitas pertanian.Pada awal tahun 2000-an, bendungan-bendungan dibangun untuk pertanian irigasi di area-area penampungan air di dataran-dataranrendah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini mengevaluasi sumber daya air dan sumber daya makanan rumah tangga yang ada di desa dekat salah satu bendungan di TimorBarat. Meskipun air tersedia melimpah melalui jalur-jalur irigasi dan sumur-sumur di dataran rendah, banyak rumah tangga yang tidak memiliki cukup air. Beberapa rumah tangga lebih mengalami masalah dengan pasokan air setelah dibangunnya bendungan daripada ketika air bisa diperoleh langsung dari sungai sebelum ada bendungan. Akses air bagi kebutuhan rumah tangga ditentukan oleh kedekatan pada sumur dan resapan ( oemata dan pancuran). Persoalan-persoalan ini disebabkan oleh lemahnya manajemen air irigasi dan pemeliharaan saluran-saluran irigasi.Persoalan dengan produksi pangan disebabkan oleh antara lain hama tanarnan (khususnya hama kuning atau "penyakit kuning" pada tanaman padi irigasi, yang disebabkan oleh larva yang menetas di dalam batang), keterbatasan air irigasi; dan keterbatasan jumlah traktor pada saat penyiapan lahan untukditanami. Penelitian ini terlaksana atas partisipasi anggota masyarakat dan pegawai pemerintah daerah dalam sosialisasipenelitian untuk rnemastikan bahwa metode penelitian tepat dan relevan dengan budaya setempat. Masyarakat merasa penelitian ini berguna karena menjadi ajang yang dapat menarik perhatian para pegawai pemerintah yang berwenang menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat.

    AB - Di wilayah Indonesia timur, kekurangan makanan lazim terjadi dan musim kemarau panjang menekan produktifitas pertanian.Pada awal tahun 2000-an, bendungan-bendungan dibangun untuk pertanian irigasi di area-area penampungan air di dataran-dataranrendah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini mengevaluasi sumber daya air dan sumber daya makanan rumah tangga yang ada di desa dekat salah satu bendungan di TimorBarat. Meskipun air tersedia melimpah melalui jalur-jalur irigasi dan sumur-sumur di dataran rendah, banyak rumah tangga yang tidak memiliki cukup air. Beberapa rumah tangga lebih mengalami masalah dengan pasokan air setelah dibangunnya bendungan daripada ketika air bisa diperoleh langsung dari sungai sebelum ada bendungan. Akses air bagi kebutuhan rumah tangga ditentukan oleh kedekatan pada sumur dan resapan ( oemata dan pancuran). Persoalan-persoalan ini disebabkan oleh lemahnya manajemen air irigasi dan pemeliharaan saluran-saluran irigasi.Persoalan dengan produksi pangan disebabkan oleh antara lain hama tanarnan (khususnya hama kuning atau "penyakit kuning" pada tanaman padi irigasi, yang disebabkan oleh larva yang menetas di dalam batang), keterbatasan air irigasi; dan keterbatasan jumlah traktor pada saat penyiapan lahan untukditanami. Penelitian ini terlaksana atas partisipasi anggota masyarakat dan pegawai pemerintah daerah dalam sosialisasipenelitian untuk rnemastikan bahwa metode penelitian tepat dan relevan dengan budaya setempat. Masyarakat merasa penelitian ini berguna karena menjadi ajang yang dapat menarik perhatian para pegawai pemerintah yang berwenang menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat.

    M3 - Article

    VL - 21

    SP - 134

    EP - 154

    JO - KRITIS: Journal of Development Studies

    JF - KRITIS: Journal of Development Studies

    SN - 0022-0388

    IS - 2

    ER -